JANTUNG SEORA…

September 19, 2012

Image

 

JANTUNG SEORANG MUADZIN KUMANDANGKAN ADZAN …

Bismillahir-Rahmanir-Rahim … Dokter Jasim al-Haditsy seorang penasihat kesehatan jantung anak di ‘Amir Sulthan Center untuk Penyakit Jantung’ Rumah Sakit Angkatan Bersenjata Riyadh, mengisahkan kepadaku, “Salah seorang rekanku yang bisa dipercaya bercerita kepadaku, bahwa suatu malam saat ia sedang bertugas di rumah sakit, ada seorang pasien yang meninggal dunia, maka ia segera memastikan akan kematian pasien tersebut, ia meletakkan stetoskop di atas dadanya hingga ia mendengarkan suara, ‘Allahu Akbar, Allahu Akbar, Asyhadu alla ilaha illallah’…

Ia berkata, “saya rasa adzan subuh. Kemudian saya bertanya kepada perawatnya, ‘Jam berapa sekarang?’ Ia menjawab, “Jam satu malam.”

Saya tahu bahwa saat ini belum tiba saatnya adzan subuh, kemudian saya kembali meletakkan stetoskop di atas dadanya dan saya kembali mendengarkan adzan tersebut selengkapnya.

Saya bertanya kepada keluarga orang ini, tentang keadaannya semasa hidup, mereka menjelaskan, ‘Ia bekerja sebagai muadzin pada sebuah masjid, biasanya ia datang ke masjid seperempat jam sebelum tiba waktunya atau kadang lebih awal lagi, ia selalu menghatamkan al-Qur’an dalam tiga hari dan sangat menjaga lisannya dari kesalahan.”

***

Tanggal lima belas bulan Ramadhan 1421 H., seorang jamaah shalat, pingsan di masjid saat ia mengumandangkan iqamah shalat Subuh, dengan segera tiga orang dari jamaah shalat membawanya ke Rumah Sakit Angkatan Bersenjata di Riyadh.

Orang itu sadar saat mereka masih dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, sekonyong-konyong ia berdzikir seakan-akan tidak pernah terjadi apapun.

Sesampainya di instalasi gawat darurat, ia disambut oleh seorang pemeriksa jantung yang menceritakan kisah ini kepadaku, “Kami menemukan adanya peradangan mematikan yang parah sekali pada sebagian besar jantungnya, kondisi itu membuat kami tercengang.

Saat saya berusaha membawanya ke ruang ICU, tiba-tiba saya mendengar suara tasbih dan tahlil, dan ia membisikkan ke telinga salah seorang rekanku lalu tersenyum sambil membaca, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah’ lalu jiwanya terbang menuju keharibaan Tuhan-nya.

Rekanku yang mendengar bisikan orang tersebut tiba-tiba menangis tersedu-sedu, aku kaget atas kejadian ini dan segera menanyakan keadaannya, ia berkata, “Orang ini telah membisikkan kepadaku, “Dokter! Usahlah anda menyibukkan diri, sungguh aku akan mati, aku telah melihat surga, insya Allah aku akan segera ke sana, aku melihatnya sekarang, sungguh aku melihatnya.”

Saat orang ini ditanya tentang riwayat hidup (sisi kehidupan) orang yang telah meninggal ini, ia berkata, “Ia sangat menjaga dua perkara:

Pertama, ia dan muadzin selalu saling dahulu-mendahului untuk datang ke masjid, kadang muadzin mendahuluinya dan lebih sering ia yang datang terlebih dahulu.

Kedua, ia tidak dikenal kecuali sebagai pribadi yang baik, Allah Ta’ala telah menjaganya dari perbuatan keji dan mungkar, ia tidak pernah berbohong atau menggunjing orang lain.

***

Allah telah mencukupinya dan Allah telah menjaminnya. Dan sungguh kita tidak bisa memberikan rekomendasi apapun untuk siapapun di hadapan Allah.

***

Saya telah melakukan operasi penambalan pembuluh darah terhadap seorang pasien yang berada di ruang Bagian Jantung.

Sehari sebelum ia diperbolehkan untuk pulang –karena menurut perhitungan kami saat itu ia telah sembuh- ia memanggil anak-anak dan istrinya, ia mengharapkan mereka segera hadir, sesaat setelah mereka semua hadir ia berkata, “Aku akan meninggal sebentar lagi, maka maafkanlah aku.”

Kemudian ia memanggil dokter dan para perawat yang merawatnya untuk mengucapkan terima kasih kepada mereka, lalu ia berbaring di atas sisi kanannay seraya mengucapkan, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah’, ia telah menghadap Tuhan-nya.

Saya bertanya kepada anak-anaknya tentang riwayat hidup ayah mereka, mereka menjelaskan, “Ayah kami orang yang baik, kami tidak pernah melihatnya menggunjing, berbohong, berbuat keji, atau kemungkaran.”

***

Ketika masih duduk di bangku kuliah di Kairo Mesir, saya mengenal seseorang yang taat kepada Allah. Ia mengajarkan al-Qur’an, dan membimbing penghafal al-Qur’an di komplek tempat tinggalku. Selama bertahun-tahun ia tidak pernah terlambat datang mengajar pada waktunya yaitu setelah shalat Subuh hingga terbit matahari.

Suatu hari ia mengucapkan selamat tinggal kepada semua yang hadir setelah menutup pelajarannya, seakan-akan ia tidak akan mengajar kembali setelah hari itu. Hari itu juga, sebelum tiba saat Zhuhur kami mendapatkan berita tentang kematiannya pada jam sepuluh pagi.

Keesokan harinya kami mendapatkan kisah kematiannya berdasarkan cerita istrinya, “Sebagaimana biasa ia pulang ke rumah jam tujuh lebih tiga puluh menit, ia mengucapkan salam kepadaku, kemudian berkata, “Sesungguhnya saya akan mati pada jam sepuluh.” Sayapun mengiranya bercanda, lalu ia berkata, “Siapkanlah sarapan untukku.” Saya menyiapkan sarapan, lalu kami menyantapnya berdua.

Pada jam delapan tiga puluh menit ia masuk ke kamar mandi, ia mandi agak lama, kemudian ia keluar dan memakai wewangian sebagaimana yang ia lakukan ketika hendak berangkat untuk shalat Jum’at, lalu ia memakai pakaian yang paling bagus dan mulai membaca al-Qur’an.

Beberapa menit sebelum jam sepuluh ia berkata, “Saya akan mati pada jam sepuluh, maka maafkanlah aku, lupakanlah semua kesalahan dan kekhilafanku kepadamu.”

Saya sangat terkejut dan tidak bisa mengucapkan apapun, beberapa detik sebelum jam sepuluh, ia bersiap-siap untuk tidur lalu membaca, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah’, lalu ia menghadap Tuhan-nya.

***

Sekarang perkenankanlah saya menceritakan kepada anda tentang riwayat hidup orang ini, sungguh saya belum pernah melihatnya menggunjing orang lain, berbohong, menipu , berbicara kotor atau mungkar, sejak saya mengenalnya di komplek itu.

Ada sebuah pertanyaan yang perlu untuk dijawab, berapa banyakkah orang-orang yang shalatnya mampu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar?

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan dirikanlah shalat. Sesungghnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)

Sayangnya, kadang kita masih temui orang-orang yang menggunjing orang lain padahal ia belum keluar dari masjid. Atau kadang ia menggunjing maupun berbohong padahal ia masih berada di pintu masjid setelah menunaikan shalat.

Atau pedagang yang menipu pembelinya padahal baru saja ia menunaikan shalatnya di masjid. Atau orang yang menzhalimi orang lain atau bermuamalah dengan riba padahal ia termasuk orang-orang yang biasa membaca takbiratul ihram –menunaikan shalat-.

Saudara-saudaraku! Sesungguhnya orang yang shalatnya tidak mampu mencegahnya dari perbuatan keji, mungkar dan keburukan-keburukan lainnya berupa kemaksiatan dan dosa, maka hendaklah ia mengintrospeksi dirinya.

Karena di situlah kekurangannya, mungkin ia belum bisa melaksanakan shalat sebagaimana mestinya, atau ia tidak menunaikannya dengan khusyu’. Seandainya ia mampu mersakan keagungan shalat lalu mendirikannya sebagaimana mestinya, tentulah dengan izin Allah shalat itu akan mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar.

Saudaraku yang mulia, sebelum coba-coba menggunjing, berbohong, menipu dan mengambil riba, ingatlah bahwa baru saja anda menunaikan shalat di masjid, semoga saja cara itu akan membatu anda untuk menahan diri, agar di hari kiamat nanti anda tidak termasuk orang-orang yang pailit.

Sungguh, semua ini terjadi atas kehendak Allah, Dia-lah yang menunjukkan kepada jalan kebenaran.

Wallahua’lam bish Shawwab ….
Barakallahufikum ….

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat …

… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah …

— Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini … Itu hanyalah dari kami … dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan … —-

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya …
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ….

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
————————————————
…. Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa’atuubu Ilaik ….

**Sumber : (http://ibnujafar86.wordpress.com/) — with Fitri Sufa, Yadi Numb


Hukum Berobat dengan Barang Haram

September 10, 2012

Oleh : Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah ditanya, jika para dokter berkata kepada orang yang sakit : “Tidak ada lagi obat untukmu selain makan daging anjing khul Islam Ibnu atau babi”, bolehkah ia memakannya? Atau jika ia diberi resep berupa khamr atau nabidz [1], bolehkah ia meminumnya?

Beliau menjawab :

Tidak boleh berobat dengan khamr dan barang haram yang lain dengan dalil-dalil berikut :

1. Hadits Wail bin Hujur radliyallahu ‘anhu bahwa Thariq bin Suwaid Al-Ju’fiy bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang khamr. Beliaupun melarang khamr. Maka Thariq berkata : “Saya hanya membuatnya untuk obat.” Beliau bersabda :

.إنه ليس بدواء ولكنه داء

“Sesungguhnya ia bukan obat tapi justru penyakit.” ( HR Ahmad dan Muslim ). [2]

2. Dan Abu Darda radliyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن الله أنزل الداء وأنزل الدواء وجعل لكل داء دواء فتداووا ولا تداووا بحرام

“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan menurunkan obat dan menciptakan obat untuk setiap penyakit. Maka berobatlah dan jangan berobat dengan barang haram!” ( HR Abu Dawud ). [3]

3. Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang berobat dengan barang haram.” Dan dalam sebuah riwayat : “Maksudnya adalah racun.” ( HR Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi ). [4]

4. Abdurrahman bin Utsman radliyallahu ‘anhu berkata : “Seorang tabib menyebut suatu obat disisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengatakan bahwa salah satu ramuannya adalah katak. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang membunuh katak.” ( HR Ahmad, Abu Dawud dan Nasai ). [5]

5. Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu berkata tentang minuman yang memabukkan :

إن إن الله لم يجعل شفاءكم فيما حرم عليكم

“Sesungguhnya Allah tidaklah menjadikan kesembuhan kalian pada apa yang Dia haramkan atas kalian.” ( HR Bukhari dan diriwayatkan oleh Abu Hatim bin Hibban dalam shahihnya secara marfu’ kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ). [6]

Dalil-dalil ini dan sejenisnya jelas menunjukkan haramnya berobat dengan barang haram dan jelas mengharamkan (pengobatan dengan) khamr yang merupakan induk keburukan dan sumber segala dosa.

Adapun perkataan para dokter yang mengatakan bahwa penyakit tersebut tak bisa disembuhkan kecuali dengan obat ini, maka ini adalah perkataan orang yang tidak tahu, dan tidak akan diucapkan oleh orang yang (benar-benar) tahu kedokteran, apalagi orang yang mengenal Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, karena kesembuhan tidak memiliki suatu sebab tertentu yang pasti. Tidak seperti rasa kenyang yang memiliki sebab tertentu yang pasti. Karena ada orang yang disembuhkan Allah tanpa obat, dan ada yang disembuhkan oleh Allah dengan obat-obat dalam tubuh –baik yang halal maupun haram-. Terkadang obat dipakai tapi tidak membawa kesembuhan, karena ada syarat yang tak terpenuhi atau adanya penghalang. Tidak seperti makan yang merupakan sebab rasa kenyang. Karenanya Allah membolehkan memakan barang haram bagi orang yang mudltor (terpaksa) ketika terpaksa oleh kelaparan, karena rasa laparnya hilang dengan makan dan tidak hilang dengan selain makan. Bahkan bisa mati atau sakit karena kelaparan. Karena (makan) adalah satu-satunya jalan untuk kenyang, Allah membolehkannya. Tidak seperti obat-obatan yang haram ( bukan satu-satunya jalan untuk sembuh).

Bahkan bisa dikatakan bahwa berobat dengan obat-obatan yang haram adalah tanda adanya penyakit dalam hati seseorang, yaitu pada imannya. Karena jika ia adalah bagian dari umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang beriman, maka Allah tidaklah menjadikan kesembuhannya pada apa yang diharamkan.Oleh karena itu, jika ia terpaksa makan bangkai atau sejenisnya, wajib baginya untuk memakannya menurut pendapat yang masyhur dari keempat imam madzhab. Sedangkan berobat (dengan barang halal sekalipun), hukumnya tidak wajib menurut sebagian besar ulama.[7] Bahkan mereka berbeda pendapat, apakah yang lebih afdol berobat atau meninggalkannya karena tawakkal.

Dan diantara dalil yang memperjelas hal ini, ketika Allah mengharamkan bangkai, darah, daging babi dsb, Dia tidak menghalalkannya kecuali untuk orang yang terpaksa (mudltor) dengan syarat tidak berlebihan dan tidak dalam keadaan maksiyat, sebagaimana disebutkan dalam ayat : (( Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa,sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.)) [8] Dan kita ketahui bahwa berobat tidaklah termasuk kategori terpaksa, sehingga tidak boleh berobat dengannya.

Adapun barang haram yang dibolehkan karena hajah ( kebutuhan ) [9] -maksudnya dibolehkan tidak hanya karena dlarurah ( keterpaksaan ) – seperti memakai sutera, telah disebutkan dalam hadits shahih bahwa Nabi memberikan rukhshah ( keringanan ) bagi Zubair bin ‘Awwam dan Abdurrahman bin ‘Auf radliyallahu ‘anhuma untuk memakai sutera karena gatal pada tubuh beliau berdua. Ini boleh menurut pendapat yang benar di kalangan ulama karena memakai sutera hanya diharamkan jika dalam keadaan tidak perlu. Karenanya dibolehkan untuk wanita mengingat kebutuhan mereka untuk berhias dengannya, dan dibolehkan bagi mereka untuk menutup aurat dengannya tanpa pengecualian. Demikian pula kebutuhan untuk berobat dengannya. Bahkan hal itu mestinya lebih dibolehkan lagi. Sutera diharamkan karena unsur berlebih-lebihan, pamer dan kesombongan. Unsur-unsur ini tidak ada ketika ada kebutuhan. Demikian pula boleh memakai sutera karena dingin, atau karena tak punya penutup aurat selain sutera.

(Diterjemahkan dan diringkas oleh Ustadz Abu Bakr Anas Burhanuddin, Lc., M.A. dari Majmu’ Fatawa 24/266-276)

Footnote:

[1] Nabidz : Minuman memabukkan yang terbuat dari juice anggur, kurma, dll yang dibiarkan sampai memabukkan. ( Al-mu’jam Al-wasith 897 )

[2] HR Muslim Kitab Asyribah no.12

[3] HR Abu Dawud Kitab Thibb no. 3874

[4] HR Ahmad 2/305, Ibnu Majah Kitab Thibb bab 11, Tirmidzi Kitab Thibb bab 7.

[5] HR Ahmad 3/453, Nasai Kitab Shaid bab 36, Abu Dawud Kitab Thibb bab 11.

[6] HR Bukhari Kitab Asyribah bab 15.

[7] Lihat bantahan secara rinci terhadap orang yang mengkiaskan bolehnya berobat dengan barang haram atas bolehnya makan makanan haram karena dlarurah, di Majmu’ Fatawa 24/268!

[8] (QS. Al-Maidah:3).

[9] Syaikhul Islam menyebutkan kaidah “Ma ubiha lil hajati jazat tadawi bihi wama ubiha lidl dlarurati fala yajuzut tadawi bihi” (Apa yang dibolehkan karena kebutuhan boleh dipakai berobat, dan apa yang dibolehkan karena keterpaksaan tidak boleh dipakai berobat).

Sumber: http://tholib.wordpress.com/2009/10/08/berobat-dengan-barang-haram/


[it] Cari Driver Hardware Tanpa Software

January 24, 2011

Punya Komputer dan Notebook..? Pernah melakukan Instal Ulang sistem Operasi (khusus windows)..? Pasti tidak asing lagi dengan kata driver. Yup setiap kita membeli perangkat Komputer atau Notebook pasti selalu di beri CD Driver. CD ini digunakan jika sewaktu-waktu kita melakukan Instal Ulang untuk Komputer atau Notebook Kita. Tapi yang menjadi masalah adalah bagaimana jika driver yang kita miliki rusak, hilang atau ternyata tidak ada (biasanya untuk pembelian komputer atau notebook second hand). Ada 2 cara yaitu dengan mendownloadnya langsung ke Vendor penyedia hardwarenya. Misal untuk komputer seperti Asus, MSI, Foxconn, GigaByte atau yang lainnya. Dan untuk notebook bisa mendownload nya langsung ke situs resminya langsung. Kemudian kita tinggal cari berdasarkan seri / Model dari hardware kita.

Lalu bagaimana jika ternyata kita tidak tau Model / Seri dari hardware Komputer atau Notebook kita, jangan khawatir. Ternyata masih ada cara kedua yang praktis dan tidak ribet. Syaratnya kita harus memiliki koneksi ke Internet untuk mendownloadnya. Penulis sudah melakukannya untuk sistem operasi Windows XP dan Windows 7. Berikut langkah-langkah yang harus di ikuti

1. Masuk ke Device Manager dengan cara Klik kanan Pada My Computer

Klik Kanan Pada My Computer

Selanjutnya Pilih Propertis

Lanjutkan Baca..


Pindah Home Page

January 2, 2011

Untuk meningkatkan layanan dan kecepatan akses, maka kami dari team Website LDK Ulul Albab memindahkan alamat website LDK Ulul Albab ke www.ldkululalbab.info silahkan berkunjung ke sana untuk melihat berita terbaru LDK Ulul Albab. Kami tidak akan menghapus akun ini guna sebagai website pem- backup seandainya website utama mengalami kendala atau kejadian yang tidak di inginkan,

 

Syukron jazakumullah khairan katsir,


OPEN RECRUITMENT LDK ULUL ALBAB 2010

December 8, 2010

LDK Ulul Albab STMIK Potensi Utama membuka pendaftaran untuk anggota baru. Silahkan mendaftar dan bergabung di LDK Ulul Albab. Gampang gak pake’ ribet, gak pake’ mahal.

Untuk download formulir silahkan klik disini (download) dan silahkan kirim ke email ldk di ldkululalbab.pu@gmail.com

 

Ditunggu ya


Tabligh Akbar Kota Medan: Jihad Membela Agama Allah Bersama Ustadz Abu Qatadah

November 29, 2010

 

http://isuha.wordpress.com


Selamat Datang Generasi Emas

October 15, 2010

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ahlan Wasahlan buat seluruh mahasiswa baru STMIK Potensi Utama Medan. Selamat datang di kampus perjuangan. Disinilah kalian akan menempah diri selama 3-4 tahun kedepan. Disinilah kalian akan bergulat dengan sks, ilmu pengetahuan, seabrek tugas kuliah. Tapi itulah perjuangan menuntut ilmu, jika kita lakukan dengan ikhlas karena Allah InsyaAllah akan berbuah manis dan menjadi nilai tambah ibadah kita. Amiin.

Mahasiswa seyogyanya memiliki 3 peranan penting untuk bangsa dan agama Islam ini, yaitu agent of change, iron stock dan sekaligus sebagai moral force. Karena ditangan pemuda lah masa depan bangsa dan agama ini digantungkan. Jika akhlak dan intelektualitas kita baik, maka baiklah negara dfan Agama Islam ini, namun jika buruk, inginkah kita kembali ke masa jahiliyah seperti sebelum datangnya Islam.

Untuk itu saudaraku, hadirnya dirimu disini bukanlah suatu kebetulan, oleh sebab itu Jadikanlah dirimu disini menjadi berarti. Saatnya memainkan peranmu sebagai mahasiswa. Karena engkau bukan siswa lagi. Kita harus mandiri, kritis tapi tetap santun.

SElamat Datang Saudaraku, Mari Beragabung Bersama Kami

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Team LDK ULUL ALBAB STMIK POTENSI UTAMA

Allahu Akbar….!!!!!

LDK Ulul Albab, Beda Warna, Satu ukhuwah,….